Mata Kucing Berair

Penyebab dan Cara Mengobati Mata Kucing Berair

Mata Kucing Berair – Untuk kamu para pecinta kucing khususnya pemelihara hewan manis satu ini, perlu diketahui kalau mata kucing juga bisa berair loh! Jika kucing mengalami hal ini, maka matanya akan terlihat berair, belekan, mata memerah atau bengkak, atau yang lainnya.

Meskipun perawatan sehari-harinya tidak terlalu merepotkan, kucing juga merupakan salah satu hewan yang mudah terserang berbagai penyakit serta berbagai masalah yang disebabkan oleh virus. Maka, kamu juga harus merawatnya dengan baik dan ekstra untuk memastikan hewan kesayanganmu tetap sehat.


Penyebab Mata Kucing Berair


kucingpedia.com

Sebelum mempelajari cara mengatasi mata berair, berikut ini beberapa penyebab mata kucing berair yang perlu kamu ketahui.

Produksi air mata yang berlebihan

Pada dasarnya produksi air mata pada kucing termasuk ke dalam hal yang wajar. Hal tersebut merupakan cara kucing untuk menghindari bulu-bulu di sekitar matanya. Kucing juga mengeluarkan air mata untuk membersihkan benda-benda asing yang masuk ke matanya.

Mata terluka sebab tergores

Penyebab mata kucing berair yaitu sebab mata kucingnya tergores benda sehingga menimbulkan luka pada yang tak kunjung sembuh. Hal tersebut juga dapat menyebabkan peradangan pada Konjungtiva. Luka ini akan menyebabkan kucing merasa sangat perin serta panas.

Secara otomatis mata kucing akan terus mengeluarkan air yang bertujuan untuk menetralisir rasa sakit yang dirasakan. Biasanya luka ini diakibatkan karena saat mata si meong tang sengaja tergores benda asing atau pada saat ia berkelahi dengan sesamanya.

Selain itu, mata berair juga bisa dikarenakan oleh virus atau bakteri bernama Veline chylamidhopila. Apabila bakteri tersebut masuk kedalam luka mata dan dibiarkan begitu saja, maka akan menyebabkan kebutaan terhadap mata kucing.

Cacing mata

Penyebab yang satu ini cukup berbahaya dan cara mengatasinya pun diperlukan keahlian khusus. Jenis cacing yang menyebabkan mata berair ini bernama Thelezia californiensis, cacing ini akan menyerang mata kucing dan hal ini tentu sangat berbahaya.

Cacing yang menyerang mata ini dapat dilihat dengan mata telanjang. Dan jika ini terjadi, maka kalian harus segera membawa si meong ke dokter hewan untuk segera memperoleh penanganan yang benar.

Nasolaccrimal Occlusion

Nasolaccrimal Occlusion adalah gangguan yang terjadi pada organ mata yang akan mengakibatkan mata si meong akan terus menerus mengeluarkan air. Dalam organ mata terdapat sebuah organ lain yang akan mengatur air mata keluar saat dibutuhkan.

Namun, jika organ tersebut mengalami gangguan, maka mata tersebut akan terus menerus mengeluarkan air tiada henti.

Cara Mengatasi Mata Kucing Berair

Mata Kucing Berair

kucingmania.net

Sebagaimana manusia, hewan sakit juga membutuhkan perawatan dan upaya penyembuhan. Di bawah ini beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi mata berair pada kucing.

1. Memisahkan kandang kucing

Jika kamu memiliki kucing atau hewan peliharaan lebih dari satu, maka hal pertama yang harus kamu lakukan adalah memisahkan kandang dan kucing yang sakit dari kucing sehat lainnya.

Sebab, beberapa virus penyebab air mata keluar ini dapat menular ke sesama kucing. Berikan perhatian lebih kepada kucingmu dan lakukan perawatan yang optimal.

2. Membersihkan kotoran pada mata kucing

Membersihkan mata kucing sangat penting untuk dilakukan, supaya penglihatan kucing semakin jelas. Untuk jenis mata berair, biasanya akan membuang kotorannya sendiri dengan air mata yang berlebihan, sehingga membuat mata kucing tidak bisa terbuka.

Untuk membersihkan kotoran pada mata ini, cukup dengan memakai kapas lembut yang telah kalian beri air, lalu ucapkan pada mata si kucing. Gunakan air hangat supaya membersihkan kotoran di mata kucing dengan lebih mudah.

3. Memberikan tetes mata

Cara ini sangat sederhana. Sebab kalian cukup meneteskan obatnya ke mata kucing dengan takaran yang dianjurkan. Jangan berikan obat tetes mata manusia kepada kucing karena dapat menyebabkan mata kucing bengkak.


Jika dalam jangka waktu yang lama mata kucing kamu terus-terusan mengeluarkan air mata, baiknya di bawa ke klinik hewan terdekat agar diperiksakan kepada ahlinya.

Nama Kucing Nabi

Nama Kucing Nabi | Kisah Kecintaan Rasulullah SAW Kepada “Muezza”

Nama Kucing Nabi – Di dunia ini ada jutaan jenis hewan yang Tuhan ciptakan. Salah satu hewan menggemaskan yang sering kali dipelihara banyak orang adalah Kucing. Hewan satu ini terkenal dengan wajah innocent dan tingkah polahnya yang menggemaskan, serta bulu nya yang menjadi daya tarik para pecinta kucing.

Tentunya teman-teman umat Islam juga pasti tahu dong! Nabi Muhammad SAW juga punya kucing peliharaan, kucing tersebut bernama Muezza atau Mu’izza.

Dalam buku berjudul “When Cats Reigned Like Kings: On the Trail of the Sacred Cats” karangan Georgia Geyer (2004) yang diterbitkan oleh Andrews McMeel Publishing, kisah Muezza kucing kesayangan Nabi ini juga dibahas loh!


Seputar Kisah, Nama Kucing Nabi Muhammad SAW


republika.co.id

Muezza berasal dari bahasa arab Mu’izza. Kata Ma’azza artinya adalah “peduli terhadap seseorang” atau Ma’azzah artinya “begitu berharga dan begitu disayang”.

Sejarah Kisah Muezza atau Mu’izza

Dalam sebuah cerita legenda diceritakan Muezza adalah kucing berjenis Angora Turki berwarna putih yang unik. Karena kucing ini memiliki odd eye (mata beda sebelah), satu mata biru dan satu mata kehijauan.

Muezza memiliki kebiasaan unik yakni mengeong setiap kali mendengarkan kumandang adzan. Ia mendengarkan dengan khusyuk dan menjawabnya dengan mengeong. Hal ini sepertinya salah satu alasan mengapa Rasulullah SAW mengagumi Muezza.

Bahkan saking sayangnya Rasulullah terhadap Muezza, dalam sebuah riwayat dikisahkan suatu ketika Rasulullah hendak memakai jubahnya, namun ternyata Muezza sedang tidur di atas jubbah tersebut. Maka Rasulullah pun memotong sebagian jubahnya.

Saat Rasulullah kembali dan Muezza sudah bangun, kucing tersebut merunduk sujud kepada Rasulullah. Kemudian Rasulullah SAW mengelus lembut Muezza sebanyak tiga kali sebagai ungkapan kasih sayangnya.

Menurut beberapa kisah, Muezza tidak jarang terlihat duduk di pangkuan Rasulullah saat Beliau memberikan ceramah di depan para umatnya. Dalam beberapa kesempatan, Rasulullah juga sering terlihat sedang menggendong Muezza ketika ada tamu yang datang ke rumahnya.

Nabi Muhammad SAW juga berpesan kepada para sahabatnya untuk menyayangi hewan peliharaan mereka seperti keluarga mereka sendiri.

Dalam sebuah hadits dikisahkan, seorang wanita masuk ke dalam neraka karena menyakiti kucing. Dari Ibnu Umar Ra, Rasulullah bersabda: “Seorang wanita dimasukkan ke dalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberinya makan, bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai.” (HR Bukhari)

Memilih Kucing Sebagai Hewan Peliharaan

Memelihara kucing sebetulnya tidak terlalu merepotkan. Bahkan sebuah penelitian telah menunjukkan, hanya dengan menonton kucing di internet dapat meningkatkan energi seseorang dan menciptakan emosi positif. Jadi, tidak heran kalau banyak orang bilang memelihara hewan satu ini memiliki sejumlah manfaat.

Berikut ini beberapa manfaat dari memelihara kucing:

1. Baik untuk lingkungan sekitar

Sebuah studi pada 2009 menemukan bahwa sumber daya yang digunakan untuk memberi makan anjing menciptakan jejak yang sama layaknya mobil atau maksudnya sangat kotor. Sementara kucing yang lebih cenderung makan ikan daripada produk yang beraroma jagung atau sapi, tidak begitu meninggalkan kotoran sebanyak anjing.

2. Pemilik kucing adalah orang pintar

Pada tahun 2010 University of Bristol melakukan survey terhadap pemilik hewan peliharaan dan menemukan bahwa orang yang memiliki kucing lebih mungkin memiliki gelar sarjana daripada rekan-rekan yang suka anjing.

Lalu, pada 2014 seorang peneliti Winconsin mensurvey 600 mahasiswa dan menemukan bahwa pemilik kucing lebih pintar. Tapi, bukan berarti kucing tersebut yang membuat pemiliknya lebih pintar.

Para peneliti yang mensurvey di Bristol mengatakan, orang yang lebih pintar cenderung bekerja lebih lama dan kucing merupakan hewan yang tidak terlalu membutuhkan banyak perhatian daripada anjing. Maka dari itu, kucing adalah pilihan yang baik untuk intelektual yang sibuk.

3. Pemilik kucing memiliki jantung yang sehat

Membelai kucing memiliki efek menenangkan yang positif. Pemilik kucing akan terbantu menjadi lebih santai dan memiliki stress yang lebih rendah pada umumnya.

4. Memelihara kucing setara memiliki pasangan yang romantis

Sebuah penelitian di Austria tahun 2003 menemukan, memiliki kucing di rumah setara emosional dengan memiliki pasangan yang romantis. Selain sering melakukan kontak, penelitian menunjukkan kucing akan mengingat kebaikan yang ditunjukkan kepada mereka dan dapat membalas budi.


Selain itu, memelihara kucing dapat membantu pemilik mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik. Hal ini disebabkan sang majikan yang merasa lebih senang tidur dengan peliharaannya.

Kucing juga bisa menyelamatkan hidup pemiliknya. Banyak kisah nyata yang menceritakan tentang seekor kucing yang menyelamatkan majikannya. Seperti kejadian di Montana saat seekor kucing membangunkan majikannya karena pipa gas mulai bocor.

Keyword : Nama Kucing Nabi

Cara Memandikan Kucing

Tahapan dan Cara Memandikan Kucing yang Baik dan Benar

Cara Memandikan Kucing – Bagi kalian yang memiliki hewan peliharaan yang berbulu seperti kucing misalnya, memandikannya merupakan hal penting yang kalian harus perhatikan. Hal tersebut demi kenyamanan kalian dan menjaga kebersihan kucing tersebut.

Memandikan kucing bisa saja menjadi masalah karena tidak dilakukan dengan cara yang benar. Oleh karena itu pada ulasan berikut kita akan memberikan tips untuk memandikan kucing.


Tips Cara Memandikan Kucing


suduthewan.com

Sebelumnya kalian mungkin bertanya-tanya, kenapa kucing perlu dimandikan padahal mereka sudah sering melakukan grooming pada diri mereka sendiri. Dengan menjilat-jilat wajah dan badannya walaupun memang tidak secara menyeluruh.

Walaupun demikian, ada kalanya kucing memiliki beberapa kondisi mereka membutuhkan mandi yang tepat, seperti :

  • Saat kucing kalian memiliki kutu dan membutuhkan mandi dengan samphoo khusus untuk menghilangkan kutu tersebut.
  • Bulunya tidak sengaja terkena kotoran yang tidak larut air (lewat jilatan) misalnya cat atau minyak sehingga berbahaya jika tidak dimandikan.
  • Kucing kalian terkena jamur.
  • Saat bulu kucing mulai kusut dan susah diatur.
  • Kucing sedang sakit dan tidak bisa melakukan grooming sendiri.

Selain berbagai alasan di atas, memandikan kucing ini memang harus dilakukan secara rutin agar kebersihan kucing terjaga dan kucing kalian selalu sehat. Ada beberapa masalah seperti kucing mengalami trauma karena kesalahan saat memandikan.

Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan saat memandikan kucing, yaitu:

1. Menentukan waktu yang tepat saat memandikan

Sebenarnya tidak ada waktu yang tepat untuk memandikan kucing. Pada ulasan di atas sudah banyak dijelaskan kapan saja kucing butuh dimandikan, tetapi hal terpenting adalah melakukannya secara rutin misalnya sepekan sekali. Ada beberapa hal juga yang perlu diingat, yaitu jangan mandikan kucing saat musim hujan dan saat kondisinya sedang stres atau sakit.

2. Menyiapkan berbagai peralatan mandi yang dibutuhkan

Seperti kita, kucing juga memerlukan berbagai peralatan untuk mandi seperti handuk, shampoo yang sesuai, sikat atau sisir, air hangat, dan handuk atau hair dryer. Jangan lupakan juga ember sebagai wadah untuk memandikan.

3. Memotong kuku kucing sebelum dimandikan

Sebelum memulai untuk memandikannya, sebaiknya kalian memotong kukunya terlebih dahulu untuk meminimalisir saat kucing panik terkena air dan mencakar kita. Kalian dapat memotong kukunya sehari-dua hari sebelum memandikannya.

4. Menyikat bulu kucing

Hal lain yang tidak boleh terlewat sebelum mulai memandikan adalah menyikat bulunya. Menyikat bulu kucing ini bertujuan untuk membuang bulu kusut yang sulit dilepaskan jika dalam kondisi basah.

Baca Juga : Cara Merawat Anak Kucing Persia

5. Membasahi seluruh badan kucing

Setelah semua siap dan tindakan pendahuluan sudah dilakukan, kalian bisa memulai dengan membasahi kucing dengan air hangat dan pelan-pelan secara menyeluruh. Hindari membasahi telinganya terlalu banyak agar tidak memasuki telinga dan kucing menjadi berontak.

6. Mulai menggunakan shampoo

Setelah semua bulunya basah sampai kulit dalamnya, selanjutnya adalah memberikan shampoo dengan takaran yang sesuai. Pastikan shampoo tersebut cocok agar kucing tidak mengalami alergi tertentu. Kalian juga bisa memijitnya saat meratakan shampoo ke seluruh bagian tubuhnya. Hindari daerah mata, hidung dan telinga.

7. Membilasnya

Setelah memastikan seluruh tubuh kucing kalian bersih, kalian bisa melakukan pembilasan dengan pelan-pelan menggunakan air hangat. Pastikan juga tidak ada shampoo yang tertinggal karena bisa menjadi gumpalan jika tidak bersih secara tuntas.

8. Mengeringkan bulu kucing

Langkah selanjutnya adalah mengeringkan bulu kucing. Hal ini bisa dilakukan dengan menggosok lembut seluruh bulu kucing dengan handuk bersih. Jika menginginkan cara yang cepat, kalian bisa menggunakan hair dryer.

9. Membersihkan telinga kucing

Tips lain yang perlu dilakukan adalah membersihkan telinga kucing. Karena saat memandikannya tadi memang tidak membasuhnya dengan air, kali ini bisa diganti dengan menggunakan cutton bud yang diberi baby oil. Lakukan perlahan-lahan, biasanya kucing suka saat kita mengelus telinganya.


Nah, itu tadi adalah beberapa langkah untuk memandikan kucing. Jika kalian memiliki kucing dan belum pernah memandikannya, kalian bisa memulai caranya dengan mengikuti langkah-langkah di atas agar kegiatan memandikan kucing menjadi menyenangkan dan tidak menimbulkan trauma pada kucing.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!.

Cara Merawat Anak Kucing Persia

5 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Saat Merawat Anak Kucing Persia

Cara Merawat Anak Kucing Persia – Sebagai cat lovers ada yang sangat senang dengan kucing persia, bahkan bersedia mengadopsinya dari usia anak-anak (kitten). Ternyata memelihara anak kucing Persia tidaklah semudah kucing biasa lho. Perlu diperhatikan kebersihan kandang, jenis makanan, susu, dan lain sebagainya.


Beberapa Tips Merawat Anak Kucing Persia


inspiradata.com

Anak kucing persia harus intens diberikan ASI oleh induknya hingga usia 3 bulan. Selepas itu baru boleh dipisahkan dan dan diadopsi oleh pemilik baru. Berikut beberapa hal yang harus digaris bawahi tentang cara merawat anak kucing Persia:

1. Kandang yang Bersih

Hal pertama yang perlu diperhatikan bagi anak kucing persia adalah tempat tinggal yang bersih dan nyaman. Kebersihan tidak boleh dianggap sepele karena berkaitan langsung dengan kesehatan kucing. Lingkungan yang kotor tentu mudah mendatangkan banyak kuman dan penyakit.

Selain bersih, tempat tinggi anak kucing Persia harus terjaga kehangatannya. Karena anak kucing masih berada dalam kondisi rentan dan belum berbulu lebat untuk menghangatkan diri sendiri. Caranya Anda bisa memberikan selimut dan memasangkan lampu untuk menjaga kehangatan ruangan tinggalnya.

2. Full ASI Usia 0-2 bulan

Sampai berusia 2 bulan atau boleh lebih, pastikan di induk menyusui anaknya secara rutin. Sehingga induk kucing harus benar-benar dalam keadaan sehat, gizi dan nutrisinya terpenuhi, karena penting untuk tumbuh kembang anaknya.

Saat baru lahir mata anak kucing Persia biasanya tertutup, baru pada usia 2-3 minggu matanya perlahan-lahan mulai membuka. Untuk itu perhatian intens dari sang induk sangat diperlukan agar mendapat perlindungan yang lebih.

Meski pada usia 1 bulan lebih anak kucing Persia sudah diperbolehkan menerima asupan gizi dari luar, bukan berarti sudah tidak membutuhkan ASI dari induknya. ASI tetap menjadi sumber nutrisi utama anak kucing Persia hingga kurang lebih usia 3 bulan.

3. Tempat Makan dan Minum

Menyediakan tempat makan dan minum secara khusus selaras dengan menjaga kebersihan kandang kucing khususnya dan rumah pada umumnya. Biasakan sejak kecil kucing Persia Anda makan dengan rapih pada tempatnya agar tak berantakan dan tercecer dimana-mana.

Baiknya cari jenis tempat makan yang sekaligus ada tempat minum, jadi tidak terpisah. Mengingat lidah kucing Persia yang pendek, pastikan tempat makan yang Anda gunakan tidak berbentuk cekung. Agar anak kucing Persia kesayangan Anda lebih mudah dalam menyantap makanan dan minumannya.

Baca Juga : Ciri-ciri Kucing Mau Melahirkan

4. Memberi Makan dan Minum

Saat menginjak usia 3 bulan anak kucing Persia sudah bisa dipisahkan dari induknya, barangkali ada yang ingin mengadopsi anak kucing tersebut. Pada usia ini normalnya anak kucing sudah bisa makan dan buang air sendiri tanpa harus mencontoh induknya.

Tentu Anda harus sudah mulai memperhatikan makan dan minumnya mengingat sudah tidak ada asupan ASI dari si induk. Secara umum kucing membutuhkan makanan yang kaya akan protein seperti ikan dan daging.

Berikan makanan berkualitas pada anak kucing agar tumbuh dengan sehat dan menggemaskan. Anda bisa membuat makanan sendiri dari daging-dagingan atau membeli makanan yang sudah banyak tersedia di pet shop.

Pilihlah makanan yang khusus diformulasikan untuk anak kucing sesuai dengan kisaran usianya. Jangan lupa untuk memberikan susu khusus kucing yang tidak mengandung laktosa sebagai nutrisi pelengkap.

5. Memberikan Vaksinasi

Poin penting untuk merawat anak kucing Persia adalah memberikan vaksin secara rutin agar ia memiliki daya tahan tubuh yang baik. Setelah lepas dari ASI induknya kekebalan tubuh anak kucing biasanya akan menurun, sehingga membutuhkan bantuan dari luar.

Selain vaksin jangan lupa untuk memberikan obat cacing untuk menjaga sistem pencernaan anak kucing dari serangan diare.


Setelah lewat dari usia 3 bulan anak kucing boleh dimandikan menggunakan air hangat dan shampoo khusus anak kucing Persia. Keringkan bulu kucing segera setelah dimandikan untuk mencegahnya dari serangan bakteri dan jamur.

Ciri Kucing Mau Melahirkan

Pahami Tanda dan Ciri-Ciri Kucing Mau Melahirkan Berikut Ini!

Ciri Kucing Mau Melahirkan – Sebagai pecinta kucing tentu sangat menyenangkan disaat memelihara anak-anak kucing yang lucu dan menggemaskan. Tak terbayangkan bagaimana meriahnya rumah Anda setelah si induk melahirkan anak-anaknya yang beragam bentuk.


Ciri dan Tanda Kucing Mau Melahirkan


bobo.grid.id

Nah, jika kebetulan Anda adalah newbie dalam hal memelihara kucing, berikut ciri-ciri kucing mau melahirkan yang perlu Anda ketahui. Agar tak kebingungan dan panik saat melihat perubahan polah pada Si Meong nanti:

Perubahan Perilaku

Tanda-tanda kucing mau melahirkan yang paling mudah ditebak yaitu adanya perubahan perilaku dari tingkah normalnya. Kucing Anda biasanya akan meminta perhatian lebih dan terkesan lebih manja. Tingkah ini biasanya juga dibarengi dengan kegelisahan, gugup, dan lebih banyak polah.

Untuk mengatasi hal tersebut Anda dapat mengelus-elus Si Meong agar lebih tenang dan lebih relaks. Arahkan dia untuk mencari tempat yang nyaman saat melahirkan. Umumnya kucing akan mencari sarangnya sendiri dimana ia lebih menyukai tempat tertutup dan privat.

Anda bisa membantunya dengan membuatkan ruangan dari kardus. Jika memang kucing Anda kesulitan untuk menemukan sarang yang ia inginkan.

Mulai Mencari-Cari Tempat Sepi

Seperti yang disebutkan sebelumnya, perubahan polah tingkah laku kucing dibarengi dengan kebiasaannya untuk mencari tempat untuk melahirkan. Kucing yang akan melahirkan biasanya menjadi sangat sensitif, sehingga sebisa mungkin ia akan mencari tempat yang jauh dari jangkauan.

Tempat yang disenangi kucing untuk melahirkan adalah gudang, atap rumah, dan lemari. Mendekati waktu melahirkan kucing akan sering mondar-mandir untuk mencari lokasi atau sarang. Ia akan menjelajahi seluruh isi atau pekarangan rumah.

Anda sebagai majikan harus memahami bahwa kucing kesayangan Anda sebentar lagi akan segera melahirkan anak-anak yang lucu dari dalam perutnya. Untuk itu bantu kucing Anda mempersiapkan tempat yang nyaman sehingga bisa melahirkan dengan tenang.

Lebih Sering Tidur

Kucing yang mau melahirkan biasanya akan lebih sering tidur hingga 20 jam sehari melebihi jam normalnya. Si induk melakukan istirahat yang cukup untuk saving energy supaya fisiknya lebih kuat saat melahirkan nanti.

Kucing normal biasanya akan tidur 15-17 jam sehari. Namun kucing yang mau melahirkan akan tidur lebih sering mungkin melebihi 20 jam sehari. Hal ini bisa juga disebabkan si induk kucing yang lebih mudah lelah karena kontraksi yang sering dirasakannya.

Perubahan Pola Napas

Ciri-ciri kucing mau melahirkan berikutnya adalah perubahan yang terjadi pada pola napas. Sembari ia tidur coba Anda perhatikan irama napas si induk yang terdengar terengah-engah dan lebih cepat. Sembari terengah-engah biasanya diikuti oleh dengkuran teratur secara terus-menerus.

Jika hal ini terjadi pada kucing Anda yang sedang hamil besar, tandanya ia akan segera melahirkan. Periksa juga denyut jantung kucing, biasanya akan berdetak lebih kencang. Pada kondisi ini tandanya janin sudah berpindah ke mulut rahim dan siap untuk dikeluarkan.

Air Ketuban Pecah

Air ketuban pecah merupakan tanda mutlak kucing kesayangan Anda sudah ingin melahirkan. Sama seperti manusia, ketika ketuban sudah pecah maka tak lama lagi sosok bayi akan keluar dari dalam rahimnya.J

ika tanda-tanda ini sudah terjadi pada kucing Anda segera bawa ia ke tempat nyaman untuk melahirkan. Tak perlu ditemani, kucing biasanya lebih senang melahirkan sendiri tanpa ada gangguan dari kanan-kiri.

Jika khawatir, Anda bisa mengawasinya dari jauh, jangan mendekati kucing segera setelah melahirkan. Karena induk kucing sangat sensitif pasca melahirkan. Bagi yang mendekat akan dianggapnya sebagai predator yang ingin menyerang anak-anaknya.


Baca Juga : Cara Mengobati Kucing Demam

Nah, itulah ciri-ciri kucing mau melahirkan yang wajib Anda pahami. Jika butuh bantuan dokter, maka segera bawa kucing Anda sebelum air ketubannya pecah. Namun biasanya kucing sudah terbiasa melahirkan sendiri di rumah, selama ada tempat yang tenang dan nyaman.

Cara Mengobati Kucing Demam

5 Cara Mengobati Kucing Demam Tanpa Harus Membawanya Ke Dokter

Cara Mengobati Kucing Demam – Kenaikan suhu pada tubuh kucing dalam bidang kedokteran disebut sebagai hyperthermia. Biasanya demam terjadi karena adanya proses peradangan di dalam tubuh kucing yang disertai dehidrasi.

Demam merupakan bentuk respon kekebalan tubuh normal terhadap serangan bakteri atau virus. Dampak positifnya dengan suhu tubuh yang meningkat maka aliran darah menuju jaringan yang mengalami luka juga meningkat.


Tips Mengobati Kucing yang Demam


bobo.grid.id

Pada dasarnya tingkatan demam pada kucing dapat kita pantau selama kurun waktu 24 jam. Sebelum membawa kucing Anda ke dokter berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan sendiri untuk mengobati demam pada kucing:

Dinginkan Tubuh Kucing

Mendinginkan tubuh kucing bermanfaat untuk menurunkan suhu tubuhnya. Suhu panas dapat berkurang melalui kelenjar keringat yang terdapat di cakar atau melalui pernapasan kucing.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendinginkan tubuh kucing adalah dengan membasahi bulunya dengan air. Bisa menggunakan kain basah atau menyemprotkan air ke sekujur tubuh si kucing.

Cara lain adalah dengan menaruh kucing Anda di ruangan yang sejuk dan gelap. Alirkan udara melalui kipas angin agar kucing merasa sejuk berada di ruangan tersebut. Memberikan bantalan es pada tubuh atau cakar kucing juga membantu menurunkan suhu tinggi pada tubuhnya.

Minum yang Banyak

Biasakan agar kucing selalu meminum air bersih dan matang, karena air yang kotor pasti sudah tercemar oleh bakteri atau virus. Jika terlalu sering dikonsumsi maka dapat menyebabkan penyakit tak hanya demam, bahkan diare, muntah, lemas, hingga dehidrasi.

Tubuh kucing demam menandakan suhunya juga meningkat, sehingga sejatinya kucing membutuhkan kadar cairan lebih banyak dari biasanya. Dengan kata lain demam biasanya disertai dengan dehidrasi sehingga sangat penting untuk memberikan minum yang cukup terutama air putih.

Apabila kucing Anda tidak mau minum sendiri, Anda bisa menyuapkan ke mulutnya menggunakan jarum suntik. Perlu diingat ketika demam jangan pernah memberikan susu kepada kucing, karena hewan ini sangat intoleran terhadap laktosa.

Istirahat yang Cukup

Terlihat sepele namun merupakan cara mengobati demam pada kucing yang cukup penting. Pada beberapa jenis kucing, ia tetap aktif meskipun dalam kondisi demam. Maka jangan biarkan kucing Anda beraktivitas secara berlebihan agar proses penyembuhannya lebih cepat.

Istirahatkan kucing di dalam rumah, jangan dibiarkan untuk keluar-luar rumah terlebih dahulu. Selama demam pastikan kondisi kandang dan pasir untuk membuang kotorannya selalu bersih. Agar kucing Anda juga betah di rumah dan betah untuk terus mengistirahatkan badannya.

Makanan Terjaga

Efek samping saat kucing demam adalah lemas dan nafsu makan turun drastis. Suhu tubuh yang tinggi membuat kucing kehilangan banyak energi dan menjadi sangat lemah dan sulit untuk makan. Untuk itu Anda harus mencari cara agar kucing Anda tetap mau makan sehingga nutrisinya tetap terpenuhi.

Apabila kucing Anda tidak mau menyantap makanan padat coba beralih ke makanan yang lebih lunak. Atau solusi lainnya yaitu mencampur makanannya dengan telur orak-arik atau ikan tuna yang telah dihaluskan.

Apabila kucing Anda tidak mau menyantapnya karena kondisi tubuh yang lemah, coba untuk menyuapiya menggunakan alat suntik. Tempatkan ujung suntik bagian sudut mulut kucing, dimana secara otomatis makanan akan masuk lewat sudut ini.

Alternatif terakhir jika kucing Anda tidak juga mau menelan makanannya, maka berikan suplemen atau multivitamin atas resep dan saran dari dokter.

Tempatkan di Ruang Uap

Selain mendinginkan tubuh kucing cara lain yaitu dengan membawa kucing ke tempat yang beruap. Uap hangat dapat membantu menurunkan suhu pada tubuh kucing sekaligus mengobati demam. Keberadaan uap juga dapat memberikan efek tenang sehingga kucing lebih betah untuk istirahat.

Baca Juga : Kucing Kembang Telon


Kelima cara mengobati kucing demam tersebut dapat Anda lakukan sendiri di rumah. Jika demam pada kucing belum juga mereda selama lebih dari 24 jam, maka konsultasikan kepada ahlinya. Semoga bermanfaat!

Kucing Kembang Telon

3 Fakta Ilmiah, Mematahkan Segala Mitos Tentang Kucing Kembang Telon

Kucing Kembang Telon – Menurut kepercayaan kuno kucing diyakini sebagai perwujudan dari jiwa atau roh yang bertugas membimbing manusia. Kucing mengetahui segala sesuatu namun mereka ditakdirkan bisu sehingga tidak bisa mempengaruhi keputusan manusia.

Dalam kebudayaan Islam, kucing merupakan hewan yang paling disayangi oleh Nabi Muhammad SAW. Menurut sebuah sumber Nabi memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza yang sering Beliau biarkan terlelap tidur di jubahnya.

Melintas ke negara Jepang, kucing dianggap sebagai hewan pembawa keberuntungan, yang dikenal sebagai legenda Maneki Neko. Legenda tentang kucing tiga warna sebagai pembawa keberuntungan bagi siapapun yang memeliharanya.

Di Indonesia kita menyebutnya sebagai kucing kembang telon, dimana berkembang cerita apabila melahirkan anak jantan, maka sang induk akan memakan anaknya.


Fakta Ilmiah Terkait Kucing Kembang Telon


kucingklik.com

Hingga kini masyarakat Indonesia masih banyak yang percaya bahwa kucing jantan belang tiga dapat menjadikan empunya kaya raya. Namun sejauh ini sulit untuk menemukan kucing kembang telon berjenis kelamin jantan.

Menurut berbagai kisah legenda di berbagai belahan dunia, karena kucing jantan belang tiga saat lahir pasti akan dimakan induknya. Benarkah begitu?

Disebut Sebagai Calico, Tetapi Bukan Ras

Faktanya kucing yang biasa disebut calico ini berasal dari genetik yang misterius. Dimana perbandingan kelahiran dan tumbuh kembang calico jantan dan betina tak seimbang, 99,9% didominasi oleh betina. Karena efek genetis fenomena kucing kembang telon jantan sangat langka keberadaannya.

Karena kelangkaan tersebut banyak sebagian orang yang mengaitkannya dengan mitos-mitos tertentu. Adapun fenomena induk memakan anak jantannya memang pernah terjadi namun terbilang cukup jarang.

Menurut ilmiahnya, kucing jantan calico biasanya terlahir dengan kondisi yang lemah efek dari genetisnya. Bisa juga terlahir dalam keadaan cacat dan sakit. Sehingga naluri induknya lebih memilih untuk memakan anaknya daripada membiarkannya hidup dalam keadaan cacat.

Lebih parahnya lagi jika anak kucing tersebut terkontaminasi bau manusia. Biasanya sang induk tidak akan mau mendekati anaknya, oleh karena itu kita dilarang untuk menyentuh anak kucing yang baru saja lahir karena dianggap predator oleh induknya sendiri.

Genetika Misterius?

Dalam ilmu genetika warna orange atau hitam pada bulu kucing terkandung dalam kromosom X. Normalnya kucing betina memiliki dua kromosom X, yaitu XX. Maka tidak mengherankan jika kucing betina memiliki dua warna sekaligus, bahkan tiga warna.

Sedangkan kromosom pada kucing jantan adalah XY dimana hanya bisa memiliki satu warna saja. Kucing kembang telon biasanya gabungan dari warna orange, hitam, dan putih. Sedangkan warna putih dalam genetika merupakan gen modifikasi yang tak terpengaruh oleh kromosom X maupun Y.

Jadi, jika pun ada tiga warna pada kucing jantan maka hal tersebut merupakan hasil mutasi genetik seperti yang terjadi pada kucing albino. Namun kejadian ini akan sangat langka dan jarang terjadi.

Masa Hidup Kucing Kembang Telon

Banyak sebagian orang juga berpendapat bahwa masa hidup kucing calico lebih pendek dari kucing jenis lainnya. Kenyataannya kucing ini mampu hidup selama 12-16 tahun lamanya. Semua kembali lagi kepada pola perawatan yang baik atau tidak.

Jika dirawat dan diberikan perlakuan yang lebih layak tidak jarang kucing kembang telon bisa hidup lebih dari 16 tahun lamanya. Berbeda halnya dengan kucing kemban telon jantan, mungkin saja tidak memiliki masa hidup yang panjang karena kelainan genetis yang dibawanya sejak lahir.

Khusus kucing calico jantan saat dilahirkan pasti sudah dalam keadaan steril secara alami. Lebih dikenal dengan sebutan sindrom Klinefelter, yang biasanya juga dibarengi dengan masalah kesehatan lainnya.


Itulah tiga fakta ilmiah yang mematahkan berbagai mitos tentang kucing kembang telon. Perlu diketahui kucing calico ini berkepribadian yang cukup unik, sedikit lancang, keras kepala, namun sudah biasa hidup mandiri.

Jadi bagi Anda yang ingin sekali memelihara kucing kembang telon, jangan samakan dengan perilaku kucing persia yang imut-imut dan penurut ya.

Penyebab Kucing Muntah

5 Penyebab Kucing Muntah Insidental yang Masih Dalam Skala Wajar

Penyebab Kucing Muntah – Banyak faktor yang menjadi penyebab kucing muntah, dimana kondisi isi lambung naik ke sepanjang saluran pencernaan kucing. Muntah sudah menjadi kondisi yang lumrah dan sering dialami kucing, jadi Anda tidak perlu panik saat mendapatkan kucing Anda muntah.

Secara ilmiah muntah didefinisikan sebagai kondisi dimana isi lambung keluar melalui mulut karena terjadi kontraksi dari dalam perut (abdomen). Muntah dapat terjadi dikala kondisi kesehatan kucing sedang menurun atau mengkonsumsi makanan yang tidak cocok.


Penyebab Kucing Muntah Secara Insidental


animalbiome.com

Pada dasarnya muntah mengindikasikan adanya gangguan pada saluran pencernaan pada tubuh kucing. Secara umum kejadian muntah pada kucing terbagi menjadi tiga kondisi yaitu insidental, kronis, dan akut.

Kondisi akut dimana kucing dapat muntah sebanyak 1-2 kali sehari. Meski tidak menyakitkan seperti muntah kronis (berkali-kali muntah), namun harus diperhatikan jika perlu dibawa ke klinik sesegera mungkin.

Nah, untuk muntah incidental biasanya terjadi 1-3 kali dalam sebulan, beberapa penyebabnya diantaranya sebagai berikut:

1. Hairball

Hairball adalah kondisi dimana bulu atau rambut kucing terkumpul di dalam lambungnya karena tertelan saat melakukan self grooming. Sifat alamiah kucing salah satunya adalah memandikan dirinya dengan cara menjilati rambutnya sendiri.

Seolah menjadi rutinitas, anatomi lidah kucing pun jika diamati menyerupai bentuk sisir. Sehingga sudah sewajarnya ada rambut yang tersangkut di lidah dan terkumpul di dalam lambung membentuk hairball (bola rambut).

Dalam kurun waktu tertentu kucing akan memuntahkan rambut yang terkumpul tersebut sehingga perutnya bersih dari kumpulan rambut. Muntah disebabkan hairball biasanya disertai busa dan berwarna kuning, namun kondisi haiball tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

2. Makan Berlebihan

Jika kita tidak mengatur porsi makan yang diberikan, maka kucing akan terus-terusan memakan apa yang ada di hadapannya. Hal ini beresiko pada kondisi membengkaknya perut sehingga mekanisme pencernaan terganggu.

Jika kucing Anda memelihara kucing dalam jumlah banyak, biasanya akan terjadi kompetisi berebut makanan. Siapa cepat dia dapat, dimana makan terlalu cepat dapat bisa menyebabkan muntah karena tidak tercerna secara sempurna.

Solusinya adalah berikan makanan secara teratur dalam porsi sedang, serta pisahkan masing-masing wadah makanan jika Anda memiliki kucing yang banyak agar tidak berebut.

3. Menelan Benda Asing

Seringkali saat sedang main tanpa sengaja kucing menelan benda-benda asing seperti plastik, kertas, batu, dan lain sebagainya. Dimana benda-benda tersebut tidak bisa dicerna dan dapat mengakibatkan iritasi pada dinding lambung yang berujung pada gejala muntah.

4. Alergi Makanan dan Keracunan

Sistem pencernaan kucing sangat sensitif terhadap perubahan, oleh karena itu Anda harus cermat dalam memilihkan makanan.

Jika ia menelan makanan baru yang sebelumnya belum pernah dicoba, biasanya kucing akan memuntahkannya kembali. Kondisi alergi bisa terjadi berkepanjangan jika kita tidak teliti dan hati-hati dalam memilih makanan.

Keracunan berkaitan dengan jenis makanan yang dikonsumsi atau tertelan saat kucing berada di lingkungan luar. Misalnya saja kucing Anda tidak sengaja menelan air bekas cucian baju atau air pembuangan yang mengalir di selokan-selokan kecil.

5. Hamil

Sama dengan manusia, ketika hamil kucing juga biasanya mengalami muntah-muntah. Hal ini dikarenakan hormon esterogen yang meningkat sehingga cairan asam di dalam lambung juga ikut meningkat. Gejala-gejala ini biasanya dialami saat masa-masa awal kehamilan.

Gejala lainnya adalah mual dan kurang nafsu makan karena perubahan hormon yang dialami. Saat kondisi ini Anda diwajibkan menaruh perhatian lebih agar kucing tetap mau makan sehingga nutrisinya tetap terjaga. Biasanya fase morning sickness dialami kucing selama beberapa minggu pertama kehamilan.


Baca Juga : Jamur Pada Kucing

Itulah lima penyebab kucing muntah dan intensitasnya terjadi 1-3 kali dalam sebulan. Apabila kucing Anda muntah terlalu sering, maka segera konsultasikan kepada ahlinya agar mendapatkan pertolongan sesegera mungkin. Semoga tulisan ini bermanfaat!

Jamur Pada Kucing

Beberapa Penyebab dan Cara Mengobati Jamur Pada Kucing

Jamur Pada Kucing – Penyakit kulit sangat sering terjadi pada kucing disebabkan oleh jamur (fungal). Adanya jamur ditandai dengan bulu mulai rontok serta bagian kulit yang terkena jamur menjadi sangat kering. Dampaknya terjadi iritasi yang menyebabkan kulit kucing meradang seperti luka.

Salah satu penyebab kucing mudah terkena jamur yaitu lingkungan yang tidak bersih atau karena kutuan. Beberapa jenis jamur yang menyerang kucing di antaranya:

  • Yeast, yaitu mikroorganisme yang senang menyerang bagian telinga kucing.
  • Eosinophilic granuloma, jamur yang menyerang bagian hidung dan mulut.
  • Ringworm, jamur dermatofit yang membentuk area lingkaran seperti cincin pada bagian badan kucing. Jamur ini paling sering menyerang tubuh kucing yang menyebabkan warna kulit kemerahan, perlu diketahui jamur ini juga dapat menular ke manusia lho.
  • Ketombe, sama seperti halnya ketombe pada manusia berwarna putih, bisa menyerang seluruh bagian badan kucing.
  • Scabies, merupakan jenis mikroorganisme campuran jamur dan tungau yang menyerang kulit di bagian kepala.
  • Alegic demartitis, sesuai namanya jamur ini muncul saat kucing mengalami alergi tertentu terhadap makanan atau obat.
  • Pijal, sering terjadi dimana jamur ini membuat bulu rontok area kulit yang terserang menjadi berkerak.

Penyebab Jamur Pada Kucing


paw.id

Pada dasarnya jamur (fungi) merupakan mikroorganisme yang saling menular antara kucing. Penularan terjadi melalui kontak fisik dengan kucing lain yang sudah terinfeksi. Selain itu, infeksi jamur pada kucing dapat disebabkan oleh faktor lingkungan yang tidak bersih dan tidak sehat.

Lingkungan yang kotor tentu menjadi tempat bersarangnya virus, bakteri, maupun jamur. Sehingga dapat dengan mudah menyerang kucing dalam waktu yang sangat singkat. Jamur yang paling sering menyerang kucing karena lingkungan kotor adalah jenis Ringworm dan Scabies.

Faktor lain penyebab kucing jamuran yaitu tidak pernah dimandikan. Tidak harus rutin, namun minimal sebulan sekali kucing harus kita bantu mandikan agar bersih dari kuman-kuman yang menempel.

Pada dasarnya kucing bisa memandikan diri sendiri dengan cara menjilat-jilat tubuhnya. Namun perlu diwaspadai bahwa beberapa jamur pada kucing juga menular ke manusia lho, salah satunya Ringworm. Untuk itu jangan lupa untuk memandikan kucing Anda secara berkala agar terjaga kebersihannya.

Hal lain yang perlu diperhatikan yaitu kebersihan pasir dan kandang kucing. Lakukan pembersihan kandang minimal satu kali sehari dengan menyemprot disinfektan. Selain itu segera bersihkan pasir jika terdapat kotoran di atasnya agar tidak mengundang tumbuhnya mikroorganisme jahat.

Cara Mengobati Kucing Jamuran

Jamur merupakan penyakit yang menyerang tubuh bagian luar. Penyembuhannya dapat dilakukan dengan berbagai cara di antaranya:

Salep atau Bedak, Oleskan salep atau bedak anti jamur khusus kucing yang bisa ditemukan di pet shop terdekat. Lakukan secara rutin hingga jamur yang menempel pada kulit benar-benar hilang.

Karantina, seperti yang disinggung sebelumnya jamur mudah menular dari satu kucing ke kucing lainnya. Jika salah satu kucing Anda di rumah sudah terkena jamur, maka pisahkan ia dari kucing yang lainnya untuk menghindari penularan massal.

Shampoo khusus, salah satu cara yang paling efektif adalah dengan memandikan kucing menggunakan shampoo khusus. Yang paling sering digunakan adalah shampoo Sebazole atau Malaseb. Setelah dimandikan segera keringkan tubuh kucing karena kondisi yang basah dan lembab disenangi oleh jamur.

Vitamin, daya tahan tubuh yang baik akan mempercepat proses penyembuhan kulit kucing dari serangan jamur. Maka dari itu dianjurkan untuk memberikan vitamin secara rutin agar kucing tidak mudah terinfeksi dari serangan jamur.

Minyak tawon, salah satu cara yang juga diyakini ampuh mematikan jamur yang menempel pada kulit. Oleskan minyak tawon dengan memberikan pijatan secara lembut kepada kucing. Jangan lupa untuk memasangkan collar agar kucing tidak leluasa untuk menjilati tubuhnya yang telah diolesi minyak atau salep.

Cara Mengobati Kucing Flu

6 Cara Mengobati Kucing Flu yang Paling Efektif dan Efisien

Cara Mengobati Kucing Flu – Apakah kucing Anda pernah terserang flu? Apabila kucing mengalami gejala hidung dan mata berair, sering bersin, dan hidung basah tandanya hewan kesayangan Anda sedang dilanda flu.

Cairan pada hidung lama-lama mengental berwarna kehijauan hingga menyebabkan hidung tersumbat.
Flu pada kucing merupakan penyakit yang cukup serius, karena hidung tersumbat dapat mengurangi daya penciuman sehingga kucing kesulitan untuk makan.


Beberapa Cara Mengobati Kucing Flu


id.lovepik.com

Selain nafsu makan menurun, biasanya ketika kucing flu disertai demam, dehidrasi, dan lesu. Mengobati kucing flu dapat dilakukan dengan beberapa penanganan khusus. Berikut beberapa hal yang harus Anda perhatikan disaat kucing kesayangan terserang flu:

1. Berikan Vitamin

Fungsi vitamin atau suplemen adalah untuk meningkatkan sistem imun pada kucing. Tak hanya saat terkena flu, baiknya vitamin diberikan secara berkala dan rutin. Dengan daya tahan tubuh yang bagus tentu akan meminimalisir kucing dari serangan bakteri dan virus-virus jahat.

2. Jemur Kucing

Berjemur merupakan cara yang efektif untuk mengusir flu. Sinar matahari pada pukul 7-9 pagi mengandung vitamin D yang berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu cahaya matahari juga dapat menghangatkan tubuh kucing sehingga lebih cepat membunuh kuman di dalam tubuh.

Jangan terlalu lama, cukup jemur kucing selama 10-15 menit saja. Jika terlalu lama justru nanti akan menyebabkan kucing kepanasan dan dehidrasinya meningkat.

3. Berikan Madu

Madu obat alami yang mengandung banyak khasiat, salah satunya untuk mengobati kucing flu. Kandungan antimikroba pada madu mampu menyembuhkan peradangan pada saluran pernafasan yang diakibatkan oleh flu.

Memberikan madu kepada kucing dapat dilakukan dengan cara mencampurkan dengan air minumnya. Atau jika Anda sudah terlatih suapkan madu secara langsung agar pengobatan lebih efektif. Tidak perlu banyak-banyak cukup setetes atau satu sendok teh.

4. Istirahat yang Cukup

Agar pemulihannya lebih cepat berikan waktu istirahat yang cukup untuk kucing Anda. Jangan biarkan ia bermain di luar rumah sepanjang waktu. Jika bisa perhatikan waktu tidur kucing dan pastikan istirahatnya cukup.

Dengan beristirahat yang cukup kucing Anda akan lebih cepat pulih dan sembuh dari flu. Perhatikan juga tempat istirahatnya. Hindari tempat yang kotor, lembab, dan harus jauh dari gangguan. Tujuannya agar waktu istirahat si kucing benar-benar efektif dan efisien selama masa penyembuhannya.

5. Jangan Dimandikan

Selama terkena flu jangan sekali-kali memandikan kucing Anda meski dalam kondisi kotor sekalipun. Karena memandikan kucing selama flu sama saja memanjakan kuman yang ada pada tubuh sehingga flu akan bertahan lebih lama pada kucing.

Tubuh kucing saat terserang flu harus tetap berada dalam kondisi yang hangat. Karena kondisi hangat tidak disukai oleh bakteri maupun virus. Mikroorganisme tersebut tidak dapat bertahan lama pada kondisi hangat, sehingga penting untuk tidak memandikan kucing selama terkena flu.

6. Makanan Bernutrisi

Hal berikutnya yang perlu diperhatikan untuk mengobati kucing flu yaitu nutrisi pada makanan. Gizi seimbang dan cukup sangat baik untuk proses penyembuhan saat sedang sakit. Dimana ketika sedang flu nafsu makan kucing biasanya dan badannya terasa lemas.

Anda sebagai majikan harus memastikan kucing memperoleh asupan gizi yang cukup sebelum mengkonsumsi obat yang telah diresepkan dokter. Saat terserang ada baiknya memberikan makanan yang mengandung banyak vitamin B untuk mempercepat proses penyembuhan.

Apabila flu pada kucing Anda semakin parah segera bawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Namun jika diberikan penanganan yang baik biasanya flu pada kucing hanya bertahan maksimal selama 1 minggu.

Baca Juga : Makanan Untuk Anak Kucing


Jika lebih dari 1 minggu flu pada kucing Anda belum mereda, ada kemungkinan terinveksi bakteri dan virus lain, sehingga dibutuhkan penanganan khusus. Yang penting jaga kebersihan kucing dan lingkungan agar bakteri maupun virus tidak mudah menyerang daya tahan tubuh si kucing.